Sabtu, 24 Januari 2015

Baiti Jannati {Rumahku adalah surgaku}

Rumah yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup penghuninya, saksi yang melihat kasih sayang yang saling dicurahkan, melihat suka duka, tawa canda, dan air mata di keluarga ini.
Rumah yang penuh berkah adalah surga kecil yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Ia tempat bernaung dari panas dan dingin, tempat istirahat yang nyaman dan tempat kembali setiap kali berpergian. Rumah penuh berkah juga tempat terbaik untuk menyemai benih-benih kebaikan serta keimanan dari sebuah keluarga.
Setiap orang pasti mendambakan kebahagiaan dalam keluarganya. Sebagian mungkin menganggap kebahagiaan itu diperoleh dengan mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya. Padahal kenyataannya, seseorang yang menjadikan materi sebagai sandaran hidupnya, tanpa pernah melakukan bakti kepada ayah dan ibunya, akan menjemput kehancurannya sendiri, cepat atau lambat. Keluarga harmonis dan bahagia bukan hanya bersandar pada materi semata, melainkan sejauhh mana peran nilai-nilai agama di dalamnya, sejauh mana perhatian dan kasih sayang tercurah, sehingga tercipta kehidupan keluarga yang penuh berkah, ketentramam, dan kebahagiaan, yang selayaknya menjadi panutan kaum muslim. Bahkan Nabi Muhammad pun semasa hidup beliau tidak pernah memiliki rumah mewah dan harta berlimpah. Bahkan, ketika Umar bin Al-Khaththab mengunjungi beliau suatu hari, didapatinya Rasulullah Saw. sedang berbaring di atas pelepah daun kurma hingga punggung beliau tergores saking kerasnya pelapah daun kurma itu. Tetapi, dari kondisi yang sangat sederhana itu, beliau selalu mengucapkan baiti jannati. Itulah ciri rumah tangga yang dibangun atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Bahkan Rasulullah pernah berkata bahwa ada 4 hal yang menjadi pilar berdirinya keluarga sakinah, yaitu:

  1. Rumah yang memiliki kecenderungan kepada agama, ketika benih-benih agama ditanamkan, didirikan, dan dipelihara.
  2. Rumah yang di dalamnya ada rasa saling menghormati dan menghargai, istri hormat kepada suaminya, yang muda menghormati yang tua, dan yang tua menyayangi yang muda.
  3. Rumah yang di dalamnya ada kesederhanaan dalam berbelanja serta yang di dalamnya setiap penghuni berperilaku santun dan selalu memperbaiki diri.
  4. Suami istri yang saling setia, keluarga yang shaleh dan shalehah, anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, lingkungan yang sehat, serta rezeki yang dekat, sebagai faktor yang menjadi sumber kebahagiaan keluarga.
Rasulullah juga memberikan tuntunan dalam mendirikan tempat tinggal, yang salah satunya adalah agar tidak berlebihan dalam membangunnya. Rasulullah senantiasa mengucapkan salam sebelum memasuki rumah, dan ketika tiba di dalamnya beliau berdoa " segala puji hanya milik Allah Swt. semata, Zat yang telah memberiku kecukupan dan tempat berlindung, yang telah memberiku makan dan minum, yang telah memberiku karunia dan melebihkannya. Ya Allah aku meminta kepada-Mu selamatkanlah aku dari api neraka"
Betapa indahnya sebuah rumah yang di dalamnya senantiasa disebut nama Allah, diperdengarkan bacaan Al-Quran, lantainya dijadikan tempat sujud siang dan malam, serta berbagai macam aktivitas yang tujuannya mencari ridho Allah semata. Sabda Nabi Saw. " Jangna jadikan rumah kalian seperti kuburan. sungguh, rumah yang di dalamnya selalu dibacakan ayat-ayat Al-Quran, tidak dimasuki setan" (HR Al-Tirmidzi).
Apabila sebuah keluarga dalam rumah itu berkelebihan, Rasulullah pun menganjurkan untuk memelihara anak yatim, "Sebaik-baik rumah kaum muslim ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslim ialah yang di dalamnya terdapat anak yatim, namun anak itu diperlakukan dengan buruk" (HR Ibnu Majah).

Saya ambil tulisan ini dari sebuah buku yang sangat bagus luar biasa dan memotivasi saya agar tetap berada dijalan Allah "Sejuta Pelangi" Karya Oki Setiana Dewi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar